Rika Restiana’s blog..

narsis menurut saya:)

January 26, 2007 · 9 Comments

3_1
Hmmm….kemaren ka ga sengaja baca blog temennya putri gemala as known as ai.lia.jd lia tuh bikin posting an yg berjudul narsis..mmm..bikin penasaran..

Nah lia tuh kayanya punya konototasi negatif tentang narsis coz dia ga mau dibilang narsis nah yg jd pertanyaan..narsis itu jelek apa baik??ka jg berminat nih buat share topic ini ke temans..kalo ka bikin comment di blognya lia kayanya kurang..selain ga bakal bisa share ma temans..juga kan ga lucu kalo ntarnya comment ka jd lebih panjang dari postingnya lia hehehe

Oya buat lia..gw nyolong sebagian posting lo yak!!soalnya dari pada gw ketik ulang mending gw copy paste aja dari blog lo..tenang..gw ga bakal nyontek..gw Cuma ambil penjelasan tentang narsis dan gejalanya dari blog lo..ok lia!!selebihnya gw pengen bikin pandangan gw sendiri tentang narsis:)

Sebelumnya ka mo paste dulu nih artikelnya lia:)

Kata narsis berasal dari mitologi Yunani, tentang seorang pemuda tampan bernama Narsisus.
Ia mengabaikan cinta seorang peri, Echos, karena ia lebih mengagumi ketampanannya dengan berkaca pada sebuah sungai. Dewi Nemesis pun menghukum Narsisus atas sakit hati Echos. Narsisus jatuh cinta pada bayangannya sendiri hingga akhirnya tenggelam. Berdasarkan mitos tersebut, kata narsis digunakan untuk menggambarkan orang yang mencintai dirinya sendiri.
Akan tetapi menurut Sam Vaknin, penulis buku Malignant Self Love – Narcissism Revisited, konsep narsisisme kerap disalahartikan. Narsisus sebenarnya bukan mencintai dirinya sendiri, tetapi bayangannya.
Ada
perbedaan besar antara diri yang sebenarnya dengan diri yang terlihat dari sebuah pantulan. Mencintai diri sendiri adalah hal yang normal dan sehat. Tapi yang terjadi pada seorang yang narsis adalah ia menicintai citra diri yang ditangkap oleh orang lain.
Orang yang jatuh cinta pada bayangan tidak mampu mencintai sesamanya, juga dirinya sendiri. Dalam obrolan sehari-hari, kita biasa mengaitkan kata ‘narsis’ dengan rasa percaya diri yang tinggi. "Si X PD banget. Ga heran dia jadi sangat narsis!" Tapi di balik sikap arogan, ia justru mengalami krisis percaya diri. Untuk terus eksis, seorang narsis tergantung pada yang disebut sebagai "Narcissistic supply", yaitu pandangan orang-orang di sekitarnya yang menampilkan ilusi bahwa ia seorang yang penting unik, dan istimewa.

Kamu seorang yang narsis? Ketahui ciri-cirinya!
Mari introspeksi diri. Renungkan apakah hal-hal di bawah ini terjadi pada kamu.
• Kamu merasa orang lain harus mengetahui hal-hal besar yang pernah kamu capai

• Kamu berfantasi memiliki kesuksesan tak terbatas, ketenaran, kekuatan, dan       kecerdasan yang tak tertandingi

• Kamu terobsesi pada penampilan fisik

• Kamu berharap dapat menaklukkan seseorang dan mencapai cinta penuh gairah yang abadi

• Kamu merasa bahwa diri kamu istimewa dan pantas diperlakukan istimewa pula

• Kamu menginginkan kekaguman dan perhatian berlebih dari orang di sekitar kamu
• Kamu sulit mengetahui perasaan atau kebutuhan orang lain

• Saat orang lain curhat kamu cenderung berkomentar, "Nah udah gue bilang
kan
… Lo ngga mau ikutin apa kata gue sih!"

• Kamu terus iri pada orang lain atau percaya bahwa orang lain juga iri pada kamu

• Kamu mudah depresi jika mengalami konflik dengan orang lain
Jika kamu membenarkan lebih dari
lima
pernyataan di atas, hati-hati, kamu  mungkin mengidap narsisme

Nah..kalo menurut ka nih..cerita tentang narsis tuh..semacam legenda doank deh..kalo di Indonesia ada legenda..ya ga dosa donk kalo di yunani jg ada hihihi..masa ada manusia sebego itu sih??secinta2 sama diri sendiri..ya ga mungkinlah..nyemplung ke kolam hanya untuk liat bayangan hehehe..tapi ka setuju tuh dengan perspektif si lia ama cerita itu…yah..mungkin aja pengertian narsis itu adalah.”mencintai citra diri kita (tentu aja yg baik2) yg diliat orang lain tentang kita”..tapi kalo diliat2 dari “legenda” yunani itu..pengertian narsis yg dipake sekarang2 ini justur naïf banget deh..coz di legenda itu dia emang bener2 cinta ama dirinya..gara2 wakrtu itu mungkin blom ada cermin..maka dia ceroboh deh pengen megang “cerminan”(bukan bayangan loh) dirinya di air..nah kalo narsis itu di ambil dari nama si pemuda td..maka pengertiannya menurut ka menjadi “mencintai diri sendiri tanpa memikirkan baik buruknya”..nah..kalo narsis kaya yg di artikel diatas “”mencintai citra diri kita (tentu aja yg baik2) yg diliat orang lain tentang kita”..itu sih namanya munak..hehehe ya gak ya gak…

Nah kalo emang tetep mau menggunakan istilah narsis untuk pengertian yg rancu itu..ya kalo narsis yg munak itu sih emang sebaiknya jangan dipelihara deh..itu sama aja kita ga jd diri sendiri..berarti kita ga memperlihatkan diri kita yg sebenarnya didepan orang lain..kalo istlahnya si osa tu..”siluman rubah” hhihi tapi kalo narsis yg
mencintai diri sendiri sih ka pikir sah2 aja selama itu diwujudkan dalam bentuk syukur kepada Allah..kalo ka bilang “ka mencintai diri ka dengan segala kelebihan dan kekurangannya” gimana??narsiskan saya??ya gapapa kalo ka dibilang narsis ..ya jelas narsis tuh menurut ka ga ada defenisi jelek apa gak nya..itu juga tergantung bagiamana cara kita mencintai diri sendiri..

Nah..dilihat dari artikelnya lia..itu adalah narsis yg ga baiknya lah..intinya kesimpulan ka tentang narsis..dia akan jd baik jika berada dijiwa yg baik..dan akan buruk jika berada di jiwa yg buruk..gitu temans:)

Berikut nih gejala nice narsis menurut ka:)
1. bersyukur atas diri yg telah diberikan Allah ini

2. tidak kufur atas segala yg ada di diri ini
3. tidak iri melihat kelebihan orang lain

4. tidak jg under estimate terhadap orang yg punya kekurangan..toh kita jg punya kekurangan:)
5. tidak mudah depresi melihat keberhasilan orang lain:)

dan nice narsis ini alangkah baiknya jika dibarengi motivasi..kreatifitas..dan kemauan untuk maju dan belajar

ohh so sorry nih lia..gw bikin tema narsis jg..tp yg berseberangan dengan narsisnya lo tapi thx banget yak!!posting lo biking gw berpikir lain tentang “narsis”.

Nah bagaimana temans???narsiskan anda???

Salamualaikum..:)

Categories: Uncategorized



9 responses so far ↓

  •   ' ' S o n // Jan 26th 2007 at 9:00 pm

    istilah narsis berasal dari mitologi Yunani sah-sah saja. Sama sekali bukan gejala baru, mengingat peradaban barat berakar dari Yunani. Banyak lagi istilah-istilah saintifik yang penamaannya didasarkan pada dewa-dewi Yunani, semacam “Odipus Complex”, Atlas dlsbg.

    Istilah cermin dalam dunia psikologi juga topik yang menarik trtm dalam kajian psikoanalisis freudian.

    Pencitraan itu tidak hanya soal apa yang ada, atau memang ada. Ada lagi istilah self-prophecy yg berkonotasi positif. Istilah ini mengandaikan bahwa bila seseorang dianggap oleh lingkungannya sebagai orang cerdas, ia akan termotivasi untuk berusaha cerdas.
    Dalam psikologi perkembangan anak sebagaimana yg diringkas oleh Dorothy dalam puisi ” Anak belajar.. “, bila seorang anak dididik dg pujian, maka ia berusaha mencapai pujian itu.

    Narsisme tidak dikenal dalam istilah keislaman. Yang ada adalah qona’ah, yaitu kepuasan terhadap apa yang Allah berikan. Tapi harap dicatat, jangan sampai juga (pemahamanan thd) qona’ah ini menjerumuskan kita pada pasivisme yang inheren dalam teologi ‘Asyari yang dianut oleh kita, Kaum Sunni. Pasivisme boleh dibilang “kebodohan” yang tidak kita sadari ada dalam cara berfikir keagamaan kita. Bingung kan ?

    Ada lagi istilah zuhud. Istilah ini bisa dipadankan dengan istilah asketik dari etik Protestan. Bingung lagi kan ? Silahkan bingung sendiri..

  •   Rika // Jan 26th 2007 at 9:38 pm

    ga bingung tuh:P sonny jgn ngerasa selalu beda dong dgn yg lain..narsis!!hahahaha yak!!nice narsis itu adalah qona’ah:)

  •   ' ' S o n // Jan 26th 2007 at 9:49 pm

    ada yang kelupaan..
    secara filosofis, narsisme emang berkonotasi negatif. Istilah ini dekat dg istilah hedonisme, keserbabolehan (aku lupa istilahnya), liberalisme. Banyak ditemukan dalam kajian PopCulture. Are u pop ?

    Qona’ah, zuhud punya posisi sentral dalam tradisi sufistik.

  •   ' ' S o n // Jan 27th 2007 at 12:26 am

    keserbabolehan = permisivisme

  •   putri gemala // Jan 27th 2007 at 8:16 pm

    settuju kak rika !
    asal narsis positif boleh2 aja yak..?
    eh.. emang ada narsis psitif ya kak ?
    he he..
    yang penting tetap jadi oarng yang bersyukur..
    di kasih morfologis cakep, keren, multi talented alhamdulillah..
    di kasih porsi standar alhamdulillah..
    kalo di kasih porsi minus?
    ya.. coba deh berusaha jadi standar minimal..

    kata hadist sih.. siapa yang akan mengenal dirinya akan mengenal tuhannya..

    jadi.. lihat cermin diri masing2 yuks.. jangan ampe narsis ya…

    CHEERS selalu !
    ^_^

  •   Rika // Jan 27th 2007 at 11:40 pm

    itulah..narsis itu emang berkonotasi negative:)makanya bisa2 kita dong bikin dia jd positif:)coz segala sesuatu itu jika disikapi positif..maka dia bisa jd nilai tambah bagi kita:)

    oya buat aal..comment yg di auschwitz..dk balas disini aja ya..itu pujian??tengkyu2..alhmdllah..kalo basa basi..dk maafkan hehehe

  •   Lia // Jan 28th 2007 at 10:33 pm

    hehehehe..
    setuju jg sih dg rika..
    tapi biasanya lia sering denger orang nyebut narsis dg konotasi negatif..nah, disitulah persoalannya..
    makanya lia nyari narsis itu yg gimana sih?
    klo mencintai diri sendiri dg wujud syukur kpd-Nya yah, why not..itu bukan narsis tapi b’syukur..
    nah, tetep aja kembali ke orangnya msg2
    Hmm..emang ada narsis yg negatif or positif?
    Bukankah itu kembali jadi rancu?
    Narsis bagi lia ttp konotasinya negatif..beda dg b’syukur..
    So, I think narsis yg positif ga sama dg b’syukur..
    ^_^
    gpp-kan beda pendapat?
    biar lebih memperkaya kita..
    yuuukk!!

  •   ' ' S o n // Jan 29th 2007 at 2:41 am

    ada lg yg kelupaan (lupa mll nih)
    Satu, narsis di ruang akademik emang selalu negatip. Mangkanya, nice narsis atau narsis positif selalu kedengerannya ambigu.
    Dua, naaah, banyak hal dari tataran akademis direduksi sedemikian rupa dalam perbincangan sehari-hari. Narsis dalam kehidupan sehari-hari kan sebuah lelucon. So, nice narsis or whatever the name, asik-asik aja. Ya nggak coy !

  •   Rika // Jan 29th 2007 at 5:56 pm

    lia: ga da yg salah dengan perbedaan:)menurut gw justru itu bisa saling melengkapi:)
    narsis emang selalu berkonotasi negative:)tp cb bc lg baik2..gw bukan mo merobah apa yg dibilang “narsis”..tapi gw coba beri sedikit pandangan kalo itupun bisa jadi positif jika disikapi dengan benar:)makanya gw pake istilah gw sendiri dengan ngasih embel2 “nice”..secara gw jg ga bisa bilang kalo narsis itu positif..abu2 banget:)

    sonny: thx ats sudut pandangnya yg demikian akademis..tp yak!!emang ka bukan mau membahas secara akademis..tapi untuk kehidupan sehari2 doank:)supaya setiap orang jangan lantas ngeliat orang PD..narsis juga..ngeliat orang bersyukur..narsis jg…pernah sekali ada orang memuji ka..trus ka bilang “oohh terima kasih..alhmadulillah”..trus orang itu lantas bilang “narsis lo”..loh???

    hey guys!!posting ka ini tentang kehidupan sehari2 loh..ga mesti diberat2 in hihihi justru dikehidupan sehari2 itu narsis itu begitu rancu..yaaahhh daripada sebel terus kalo dibilang narsis..mending coba pandang narsis itu dari sisi positifnya:)

    waaah panjang nih..hihihi..i love u guys!!

Leave a Comment