Rika Restiana’s blog..

saddam husein..siapakah dirimu?

January 7, 2007 · 2 Comments

assalamualaikum…

sebelum ka post email yg  ka baca di milis samndoe ini..ka ingin ngungkapin sedikit pandangan ka tentang saddam husein…sebenarnya ini bukan pandangan..tapi lebih ke apa yg ka rasakan ketika seorang saddam digantung…

saddam husein..ka ga tau benar sepak terjangnya..yg ka tau dia adalah seorang presiden irak..muslim…yg sebagian rakyatnya mencintainya..sebagian menghujatnya…yg negerinya di invasi amerika dengan alasan senjata kimia yg ga ditemukan sampe sekarang…sebagai manusia..ka miris melihat nasib saddam dan negeri iraknya..amerika telah semena2 terhadap mereka..mungkin seorang saddam husein adalah seorang hamba Allah yg banyak dosa..tapi itu bukan berarti apa yg dilakukan amerika terhadapnya Adil…wallahualam…ka lebih memilih melihat hukuman gantung dari sudut pandang yg lain..mungkin itu hukuman dari Allah untuk seorang hamba yg mungkin saja masih dicintai Allah..untuk menghapus dosanya sebagai pemimpin yg rentan dosa..wallahualam..

yok baca artikel ini..renungkanlah..

Rabu, 03 Januari 2007

Saddam Hussein kerap digambarkan Amerika Serikat (AS) sebagai sosok
yang brutal dan menakutkan. Namun, di mata Robert Ellis (56), seorang
perawat militer AS, mantan Presiden Irak itu adalah sosok pria yang
amat santun. Begitu kontras dengan propaganda yang kerap diucapkan
Presiden George W Bush.

Ellis, yang ditugaskan untuk merawat Saddam selama berada dalam
tahanan AS, juga menggambarkan Saddam sebagai seorang yang suka
bertafakur. Selama berada dalam tahanan, tutur Ellis, Saddam sangat
gemar membaca. ”Dia sangat gemar sekali membaca. Suka membaca dan
menulis,” ungkap Ellis dalam sebuah wawancara dengan CNN.

Saddam, kata Ellis, memiliki banyak cerita yang telah dia tulis. Salah
satu novel yang ditulisnya berjudul ‘Devil Dance’. Novel itu dibuat
Saddam ketika pasukan multinasional yang dipimpin AS bersiap
menginvasi Negeri 1001 Malam pada 2003.

”Dia memiliki sebuah pamflet yang ditulisi setiap hari, ketika saya
mendatanginya, Saddam suka membacakannya untuk saya,” imbuh Ellis,
perawat berpangkat sersan mayor dari pasukan cadangan AS. Tak hanya
itu, pria berjenggot itu pun digambarkan Ellis sebagai seorang yang
suka bercanda. ”Dia juga suka memberi makan burung-burung. ”

Selama dalam penjara Saddam kerap mencurahkan isi hatinya kepada
Ellis. ”Dia biasanya suka bercerita soal isteri dan anak-anaknya, ”
ungkapnya kepada

surat

kabar St
Louis Post, Ahad (31/12) lalu. Saddam
tampak begitu sayang kepada keluarganya.

Ellis tampak kecewa dengan hukuman gantung terhadap Saddam. ”Saya
sangat kecewa dengan eksekusi itu,” paparnya. Menurutnya, hukuman itu
tak layak dijatuhkan pada Saddam. Ia lebih rela bila Saddam dipenjara
dan mengakhiri masa hidupnya di balik jeruji besi.

Perawat itu juga punya cerita lain soal kebiasaan Saddam selama di
penjara. Suatu ketika, Saddam diberi kesempatan untuk berjalan di luar
sel. Begitu menghirup udara bebas untuk sesaat, Saddam memanfaatkannya
untuk bercengkrama dengan burung-burung. Ia pun menyisihkan sepotong
roti jatah makannya dan kemudian diberikannya kepada burung-burung itu.

Saddam pun kemudian mengenang masa lalunya dengan menyiram sebidang
rerumputan yang tumbuh di luar penjara. ”Dia bercerita bahwa semasa
mudanya dia adalah seorang petani. Saddam tak pernah lupa dari mana
dia berasal,” puji Ellis.

Ellis tak percaya bila dalam masa tahanan Saddam merasa kesepian.
”Sebab dia adalah sosok yang periang,” tuturnya. Menurut Ellis,
Saddam memiliki selera humor yang bagus. ”Ya, Saddam memang amat
gemar bercanda. Namun, ia lebih banyak menghabiskan waktunya untuk
membaca dan menunaikan ibadah shalat dan berdoa.”

Ellis bertugas menjaga Saddam sejak Januri hingga Agustus 2004. Dua
kali dalam sepekan, ia mengunjungi Saddam. Tugasnya adalah memberi
obat, memeriksa tekanan darah dan suhu badannya. Dia juga memastikan
Saddam menerima asupan makanan dan air yang cukup. ”Penjaga Saddam
memiliki nama sandi ‘Victor’,” katanya.

Selama dipenjara, Saddam tak mau diperlakukan seperi seekor singa. Ia
tak mau makan bila jatah makanannya diletakan begitu saja di bawah
pintu selnya. Bila penjaga mulai membuka pintu, barulah Saddam –yang
pernah dijuluki Singa Babilon– mulai menyantapnya. ”Dia menolak
diberi makan seperti seekor singa.”

Saddam pun selalu bertanya kepada Ellis, mengapa AS menginvasi negara
yang tengah dipimpinnya? Padahal, kata Saddam, di negaranya tak
ditemukan senjata pemusnah massal. Bahkan, Saddam menegaskan hukum
yang berlaku di negerinya sangat adil. Lalu apa jawaban Ellis?
”Itulah politik.” Saddam dan rakyat Irak telah menjadi korban
politik AS.
(hri/ap )

wallahualam…

salamualaikum..

Categories: buku&tokoh



2 responses so far ↓

  •   WayanLessy // Jan 7th 2007 at 10:12 pm

    Assalamualaikum ..mampir dulu ah ke blog Ka..

    ttg Sadam, yg paling jelas buat aku..dia mati mengucapakan dua kalimat syahadat. entah ALLAH SWT menerimanya atau tidak, tapi bagi kita manusia: it is so obvious bhw dia mengucapkan dua kalimat syahadat. Belum tentu seorang yg dianggap “bersih” dari “dosa” punya kesempatan mengucapkan syhadat di akhir hidupnya.

    Kalau bukan karena dlm hukum Islam terdapat prosedur hukum mati, aku sebenarnya tidak setuju dgn capital punishment (hukuman mati). Tapi..dlm Islam, hukuman mati itu bukan suatu konsep yg kejam. Justru jika seorang yg terpidana mati itu ikhlas berserah diri pada-NYA dan bertobat. Insya ALLAH eksekusinya merupakan pintu pengampunan dosa-dosanya.
    dan dalam Islam..seorang Algojo tidak boleh “menginterupsi” dan “mengganggu” proses sakaratul terpidana. Pun tidak boleh menganggu dengan kata2 yg membuat terpidana tidak fokus menghadapi kematiannya.
    Wallahualam bishawab..

    hohoho..komentar nya panjang yah…duh maaf..soalnya aku tadinya mau nulis ttg ini rika..tapi belum sempat posting dan update blog aku lagi…;P

    Wassalamualaikum..
    Lessy

  •   rika // Jan 8th 2007 at 6:10 pm

    good comment from kak lessy!!!
    akhirnya ada juga yg seide dengan ka tentang ini:)

Leave a Comment