astagfirullah..bertubi2 musibah datang di negara kita..kali ini di ranah minangku tercinta..istana pagaruyung terbakar kemaren..28 februari 2007..informasi sementara disebabkan petir…
nih kopian beritanya ka ambil dari milis:
Istano Pagaruyung Terbakar, Semua Bukti Sejarah di Istano Hangus
Rabu, 28-Februar1- 2007, 06:21:45
> Batusangkar, Padek-Bukti sejarah Kerajaan Pagarayung, yang menjadi
> kebanggaan masyarakat Sumatera Barat, Istano Basa Pagaruyung, ludes
> terbakar tadi malam. Batusangkar, Padek-Bukti sejarah Kerajaan
> Pagarayung, yang menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Barat, Istano
> Basa Pagaruyung, ludes terbakar, tadi malam.
>
> Istano yang merupakan replika asli tersebut ludes setelah api yang
> diduga kuat berasal dari sambaran petir meluluhlantakkan bangunan yang
> sebagian besarnya dari kayu itu. Atapnya yang berupa ijuk ikut
> mempercepat api melalap semua bangunan dan isi istano.
> Informasi yang dihimpun koran ini dari lokasi kejadian menyebutkan,
> kebakaran yang menghanguskan Istano Basa Pagaruyung yang terletak di
> Kenagarian Pagaruyung, Kecamatan Tanjuang Ameh, Kabupaten Tanahdatar,
> mulai terjadi sekitar pukul 19.46 WIB. Sampai pukul 22.00 WIB api belum
> benar-benar padam, meski sejumlah mobil kebakaran dari sejumlah daerah
> dikerahkan ke lokasi.
> Sebelumnya, daerah setempat dilanda hujan yang diikuti angin kencang.
> Lalu, tiba-tiba sebuah sambaran petir menggelegar menyambar bagian
> puncak istano dengan cepat
> Menurut saksi mata, yakni pegawai honor yang bertugas di Istano
> Pagaruyung Anwar, api awalnya membakar dua bagian belakang istano. Api
> kemudian dengan cepat menjalar ke gonjong, di mana Presiden Susilo
> Bambang Yudhoyono pernah di-lewa-kan saat menerima gelar kehormatan adat
> beberapa waktu lalu. "Waktu itu saya mendengar suara ledakan. lalu api
> muncul begitu saja. Saya dan kawan-kawan panik, dan mengubungi BPK
> (Badan Pemadam Kebakaran) Tanahdatar," kata Anwar.
> Wakil Kepala Kepolisian Resort (Wakapolres) Tanahdatar Kompol Diarsyah
> Darwis yang turun langsung ke lokasi kejadian mengungkapkan, upaya
> pemadaman api terkendala dengan minimnya peralatan.
> Armada pemadam kebakaran yang dikerahkan dari Batusangkar, tidak ada
> yang dilengkapi dengan tangga. Sehingga upaya pemadaman tidak bisa
> dilakukan dari jarak dekat. "Mobil pemadam kebakaran dari Padang baru
> datang, sekitar pukul 21.00 WIB, ketika istano sudah ludes dan rata
> dengan tanah," kata Diarsyah.
> Dibangun Tahun 1976
> Istano Basa yang terbakar sebenarnya adalah replika dari yang asli.
> Istano Basa Pagaruyung asli terletak di atas Bukit Batu Patah, yang
> terbakar habis pada sebuah kerusuhan berdarah pada tahun 1804.
> Proses pembangunan kembali Istano Basa dilakukan dengan peletakan
> tunggak tuo (tiang utama) pada 27 Desember 1976 oleh Gubernur Sumatera
> Barat (waktu itu Harun Zain). Pada akhir 1970-an, istano ini dibuka
> untuk umum. Istano ini juga tercatat sebagai salah satu obyek wisata
> paling banyak dikunjungi di Sumbar. Sebagai konsultan pembangunan adalah
> PT Pembangunan Perumahaan, dan proyek pembangunan berada di bawah
> Departemen Kebudayaan. Pembangunan keseluruhan baru dimulai tahun 1977
> dan selesai tahun 1985.
> Sampai saat ini diperkirakan dana pembangunan sudah mencapai sekitar Rp
> 10 miliar. Dana pembangunan sebesar itu tidak saja berasal dari dana
> APBD Tanahdatar, iuran ninik mamak, tapi juga bantuan Bank Dunia. Bahkan
> Pemerintah Malaysia ikut menyumbang membangun pagar Istano Basa
> Pagaruyung. Di kompleks Istano Pagaruyung saat ini terdapat 11 gonjong,
> 72 buah tonggak. serta dilengkapi dengan surau, tabuh, dan rangkiang.
> Pejabat Penting Pernah Di-lewa-kan Sejak resmi dibuka untuk umum, sejumlah pejabat dan tokoh penting pernah di-lewa-kan (dilantik) menerima gelar kehormatan adat Minangkabau di Istano ini.
> Menurut Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kamardi
> Rais Dt. Panjang Simulie menyebutkan, di antara pejabat dan tokoh
> penting yang pernah dilantik di Istano Basa Pagaruyung adalah, Raja
> Negeri Sembilan Malaysia Tuanku Ja’afar Bin Tuanku Abdul Rahman, Sultan
> Hamengkubowono X, Taufik Kemas (suami mantan Presiden Megawati),
> Megawati (ketika menjadi Presiden), Gubernur Sumatera Selatan, Ketua
> Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Anwar Nasution, dan terakhir Presiden
> Susilo Bambang Yudhoyono.
> Dari pejabat dan tokoh penting itu, hanya Taufik Kemas yang di-lewa-kan
> menjadi datuak, selebihnya cuma menerima gelar kehormatan. "Taufik Kemas
> telah menjadi datuak di nagari asalnya, Batipuah. Jadi, karena menjadi
> suami presiden, maka Taufik juga di-lewa-kan di Istano Basa Pagaruyung,"
> kata Kamardi.
> "Kita berharap Gubernur Gamawan segera merembukkan lagi pembangunan
> Istano Basa Pagaruyung, seperti Harun Zain membangun dulu."
> Istano Pagaruyung, kata Kamardi harus secepatnya dibangun. Sebab, istano
> itu merupakan simbol-simbol penting dari sejarah Minangkabau dan
> Sumatera Barat.
> "Jangan sampai simbol-simbol kita hilang," tukasnya. Ditanya apa saja
> bukti sejarah penting yang hangus, Kamardi menyebutkan, salah satunya
> foto raja terakhir Kerajaan Pagaruyung Sultan Alam Bagagarsyah. "Dalam
> sambutan saya ketika me-melewa-kan gelara kehormatan Presiden SBY saya
> meminta agar Sultan Alam Bagagarsyah dijadikan pahlawan nasional. Sebab
> beliau sangat berjasa. Beliaulah yang mengumpulkan penghulu untuk
> mendukung kaun paderi melawan penjajah Belanda," tandasnya.
> Gubernur Gamawan Fauzi yang masih berada di Jakarta tadi malam, mengaku
> terkejut dengan peristiwa kebakaran yang menghanguskan Istano Basa
> Pagaruyung.
> "Tapi yang jelas, kita segera bicarakan dengan pihak terkait, seperti
> LKAAM, dan pemuka-pemuka adat, serta kepala daerah di Sumbar. Yang
> pasti, istano itu harus segera kita bangun," tegasnya.
> Kerugian Besar
> Sementara, Bundo Kanduang Sumbar Raudha Taib mengatakan akibat kebakaran
> itu telah menimbulkan kerugian yang sangat besar. Sebab yang ludes tidak
> hanya istano, tapi juga seluruh candi, kain-kain hiasan di dalam istano
> juga ikut hangus. "Isinya candi dan kain-kain hiasan. Kerugiannya sangat
> besar," kata Raudha ketika dihubungi koran ini, tadi malam.
> Menyinggung apakah kebakaran itu, merupakan pertanda tentang sesuatu, ia
> tidak mau berkomentar. Raudha Taib hanya mengatakan terbakarnya, istano
> tersebut merupakan rahasia Tuhan yang tak bisa ditebak-tebak. "Ada orang
> mengatakan itu peringatan, tapi kita tidak bisa menebaknya," katanya.
> Pada bagian lain peristiwa terbakarnya Istano Basa Pagaruyung menyebar
> cepat. Para perantau yang peduli terhadap sejarah dan wisata Sumatera
> Barat menyatakan berduka atas kejadian naas yang menimpa Istano
> Pagaruyung. Para perantau berharap, pemerintah dan pihak yang
> berkepentingan tidak larut dalam kedukaan.
> "Mari buat rencana lagi untuk membangun yang lebih baik. Kita galang
> bantuan dari simpatisan," kata Sekretaris Masyarakat Peduli Kereta Api
> Sumbar (MPKAS) Nofrins. (mal/ztl/mon/ abk)
> Tokoh yang Pernah dilewakan di Istano Basa Pagaruyung :
> 1. Raja Negeri Sembilan Malaysia Tuanku Ja’afar Bin Tuanku Abdul Rahman
> 2. Sultan Hamengkubowono X
> 3. Taufik Kemas (suami mantan Presiden Megawati)
> 4. Megawati (ketika menjadi Presiden RI)
> 5. Gubernur Sumatera Selatan
> 6. Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Anwar Nasution
> 7. Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono
> 8. Ny Ani Yudhoyono (istri Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono
semoga allah memberi hikmah ats semua cobaan yg diberikannya..amin:)
salamualaikum…
4 responses so far ↓
Mutiara 'Iin' // Feb 28th 2007 at 10:35 pm
Yaaaa…blm sempet gw tengok udah kebakar..hikzzz! pengen tuh pdhl lho s’day bisa ke situ…msh bisa dibangun lg ngga Rik?
Btw, “dilewakan” tuh apa sih artinya?
SadnEsS // Mar 1st 2007 at 12:40 am
duh, untung saya udah ke sana, yahhh.. sayang banged uni,, padahalkan di sana tuh banyak benda2 bersejarah ya,, baju2 adat, keris2 dsb. habis smua tuh? trus2, org yg suka jualan yg pinggir2 istana kena ga..? soalnya barang2nya juga bagus2.. aku belom sempet mambali suliang bambu disitu buek apak ambo.. huhuhuu.. *duh Ke’, pliss dehhh.. kita tuh lagi ngomongin Istana yaa.. Is.ta.na! iya maaph -.-’* x)
Rika // Mar 1st 2007 at 5:36 pm
kak iin: dilewakan itu..diberi tanda kehormatan seperti petinggi2 adat minang kabau..kalo kaya di inggris..”sir”..nah itu salah satu contohnya:)
tenang aja kak iin..kushus kak iin dibikinin lg tuh replikanya:p yg terbakar itu juga udah replikanya kok:)mungkin dibikin lg..walo pasti menguras APBD sumbar hehehe
nike: beli aja di bukit tinggi banyak tuh suliang bambau hahaha:D
WayanLessy // Mar 2nd 2007 at 4:45 am
Huua..hiks hiks….
Sedih..padahal pengen kesana lagi..bagus siy..
Udah dua kali ke sana, bahkan Ibu Bapakku sempat juga foto pakai baju bundo kanduang dan Raja ..hihihi..lucu deh kalo liat bokap yg orng bali pakai baju minang di Istana Pagaruyung..
Mama Papa Uda Andri aja sampe cekikikan..
…
yahh..sekarang tempat kenangan itu dah ndak ada yah..mudah2an di bangun lagi.
Hmm..penunggunya ngungsi kemana ya?
Leave a Comment