Rika Restiana’s blog..

setelah membaca buku “kebijakan ekonomi poilitik dan hilangnya nalar” : by kwik kian gie..sekaligus pamit bentar:)

April 10, 2007 · 4 Comments

assalamualaikum temans:)

nah ini topiknya mungkin cuma disukai oleh segelintir temans, secara gitu loh..udah ekonomi, politik lagi..tapi ya itu..ka suka topik ini!!hehe

keingin tahuan ka tentang ekonomi dan politik indonesia mungkin refleksi dari salah sati rakyat indonesia yg bingung ngeliat negara kita ini:)

Edit_kwik
oya ka lupa bilang..ini bukan postingan yg bakal memreview buku ini..tapi lebih ke apa yg ingin ka bagi setelah baca buku ini sebagian:)

nah didalam buku ini banyak penjabaran tentang ekonomi makro indonesia beserta penjelasan ekonomi mikro yg mempengaruhinya. disini juga menyoroti tentang krisis berkepanjangan dalam bidang ekonomi khususnya yg menjadi polemik luar biasa masyarakat indonesia..yahhh tentu aja..karena ujung2nya adalah kesejahteraan:) tapi yg paling menarik untuk ka bahas adalah.."kebodohan Indonesia dalam menjalin hubungan dengan IMF, dan kekeliruan dalam penanaman investasi"..

jadi di indonesia, banyak investasi jangka panjang yg dibiayai oleh hutang jangka pendek..itu udah sejak jaman orde baru…nah loh??logikanya aja gitu loh…blom tuh investasi membuahkan hasil..jatuh tempo hutang udah menakut2i..jika ga bayar..bunga akan berlipat ganda..kalo dibayar..ya hancurlah investasi yg blom matang tadi..jika saja hutang indonesia bukan di dominasi oleh hutang luar negeri mungkin ga gaitu parah..tapi hutang luar negeri..investor luar negeri..itulah yg mencengkeram ekonomi indonesia..coba bayangkan..waktu krisis ekonomi 1997/1998..itu terjadi karena investor luar bersamaan menarik modalnya di Indonesia..*dikerjain yah kita*..itulah akibat terlalu bergantung pada asing. mana investor lokalpun terlalu dimanjakan dengan hutang luar negeri..ya asing juga..miris deh:(

oya itu versi ka ya..ka menyimpulkan secara awan begitu kira2 kenapa indonesia menyedihkan. kalo mo baca yg kerennya ..bli bukunya ya!!:)ga rugi untuk lebih meluaskan wawasan kita tentang indonesia:)

satu lagi yg sedih..jadi selama 32 tahun dari 1967..jumlah perusahaan di indonesia baik besar, kecil,menengah berjumlah..36.815.409..yang besar 1.831 atau 0,01 persen, yang UKM 36.813.578 atau 99,99%..sumbangan dari yg 99,99% untuk pembentukan PDB adalah sebesar 59,36 % , berarti yang hanya 0,01 % menyumbang 40,64 %..nah temans!!kesimpulannya adalah..ketika indikator ekonomi menunjukkan kenaikan..perlu dicatat bahwa itu hanya mengindikatorkan kalo perusahaan besar mengalami kenaikan..yg 0,01 tadi loh..itu bukan berarti bisa menaikkan kesejahteraan rakyat secara merata bukan??itulah ekonomi indonesia..yang kaya makin kaya..yang miskin makin miskin…

jagi temans..bukan politik aja di indonesia yg bobrok..ekonominya pun bobrok…ga tau juga itu karena apa..ntah karena "pikiran yg terkorupsi"..(buku 1 nya kwik kian gie)..tau karena SDM yg lemah..ntahlah..yang pasti indonesia memang sudah sulit untuk lepas dari belenggu itu..secara kita rasanya udah ga mampu menciptakan permodalan sendiri tanpa tergantung banyak pada permodalan asing.

hhhhh..itulah pikiran awam seorang yg awam..jadi apa ya yg kira2 dipikirkan oleh orang2 penting negeri ini?thx deh buak pak kwik yg udah bagi2 sedikit pandangan ekonominya:)

oke deh temans..oya pamit dulu ya seminggu..secara besok mo ke pekan baru..lage lageee..tes!!ini tes 2 BPK..*pln..pln..cepatlah beri aku kepastian*

so..i’ll miss u all temans!!terutama blognya hehehe

titip bolg ka ya!!

salamualaikum:)

Categories: buku&tokoh



4 responses so far ↓

  •   SadnEsS // Apr 12th 2007 at 11:10 am

    ummmbbb, kayanya bpk. Kwik itu emang lebih jago untuk ekonomi makro ya? konsep2nya mantab juga sih waktu itu aku pernah nonton dia ngebahas ttg bulog.

    he? ke pekanbaru? ngapain? ikuuuuuuuuttttttttt xP

  •   Rika // Apr 16th 2007 at 12:20 am

    nah kan cuma nike yg kasi komen hehehe

    hei son!!kemana aja??padahal diprediksi yg bakal komen2 nike ma son hehehe secara ekonomi gitu:)

  •   sonny // Apr 17th 2007 at 6:07 am

    nah Ka, hari ini aku masih hidup :D
    Sebenarnya aku lebih ngerti politik ketimbang makroekonomi :p Meskipun aku gak tertarik bicara dlm 2 bidang ini. I try to comment on Kwik, economy of Indonesia, but not the book, i havent read yet. Fortunately, i know kwik’s way of economics thought in general.

    Secara pribadi, aku dulu lebih tertarik jd kuliah di ilmu ekonomi ketimbang akuntansi. Tapi berhubung matematika-ku tak sebaik waktu SMP dulu jdnya milih akuntansi meskipun nikung lagi. Nah katakanlah kemampuan matematika-ku sebaik SMP dulu, aku akan memilih menjadi ekonom ketimbang jadi fisikawan misalnya. (i used to combine all physic theories. I did it as hobby :)
    Waktu masuk PLMPM aku berkenalan dg pikiran-pikiran kiri, itu yg membuat aku bercita2 kuliah di ekonomi, menelikung kebiasaan teman2ku yg memilih kuliah di islamic sciences atau social sciences. Semua pengetahuanku yg ada saat ini sebenarnya hanyalah peninggalan pemikiranku sebelum masa kuliah. Itu karena aku pernah bercita-cita jd intellectual par-excellence. Dan jangan ketawa kalo ternyata koleksi buku ku di rumah minim banget :) I was librarian. Dan otakku terbiasa mengkatalog buku/tokoh hingga saat ini. Semacam knowledge management:)

    Ok, enough for my background. At least, u know why i dreamed to be an economist: to fight against capitalism.

    Sebenarnya bagian kapitalisme yang paling berbahaya adalah aliran Neo-Classic. Aliran mainstream ini lah sebenernya yang membuat Amerika bisa menguasai dunia. Lawannya adalah aliran Keynesian.

    Neo-Classic atau jg disebut sebagai Neo-liberal amat percaya pada pasar bebas. Sementara aliran Keynesian percaya bahwa peran negara tetap diperlukan. (Lebih lanjut cari di WIKIPEDIA)

    Kwik bisa jadi menganut mazhab ekonomi (economics school of thought) Keynesian. Sementara yang berkuasa sejak zaman Orde Baru hingga saat ini tetap mazhab Neo-liberalism.

    See? Walaupun rezim sudah berganti tapi rezim ekonomi-nya tidak. Itulah kenapa aku tak tertarik politik. Politik bukan panglima. Siapa pun presidennya, yang berkuasa itu ekonom. Kalaupun politik panglima-nya, pengusaha yang terjun ke politik lah penguasanya. Tu kan.. Politik & makroekonomi itu topik yang menyebalkan. Kita ini orang-orang yang kalah. Begitu juga dengan Kwik.

    Berita baiknya, Kwik pernah menjadi Menko Ekuin. Tapi apa prestasi Kwik? Nihil !

    Seperti Gus Dur, Kwik memproduksi masalahnya sendiri. Kalau menjadi pengamat ekonomi bolehlah bicara terus. Tapi kalau sudah masuk ke dalam sistem, sebaiknya berpikir strategis: banyak bekerja, sedikit bicara, hindari menciptakan musuh baru. Dalam hal ini harusnya Kwik belajar dari para ekonom di bawah rezim habibie yang berhasil mendongkrak nilai rupiah. Di titik ini, STRATEGI lebih penting ketimbang keahlian EKONOMI.

    Singkatnya, aku kecewa dengan Kwik. Seperti aku kecewa sama begawan ekonomi Sumitro, mantan aktivis muda Partai Sosialis Indonesia yang masuk ke dalam rezim Orde Baru dan kehilangan kritisisme. Dan kecewa-ku pada Dorodjatun Kuntjoro Djakti. FYI, semasa muda-nya Dorodjatun pernah bertemu Soe Hok Gie. Menurut Gie, Dorodjatun adalah ekonom muda idealis yang lebih memilih tinggal di Amerika ketimbang membantu rezim Orde Baru. Tapi nyatanya, Dorodjatun akhirnya menganut aliran neo-liberalisme, menjadi perpanjangan tangan IMF & Bank Dunia.

    Julien Benda pernah bilang bahwa saat intelektual berada di luar kekuasaan, mereka menyuarakan suara hati rakyat. Tapi ketika mereka berkelindan dan masuk ke dalam struktur kekuasaan, mereka mengkhianati rakyat.

    Miranda juga pernah menulis bahwa ia pernah membaca buku tentang orang-orang idealis yang kalah dan mengkhianati nurani-nya sendiri karena tekanan hidup.

    Pertanyaannya? Kwik termasuk yang mana: Intelektual pengkhianat, idealis yang kalah & frustasi atau seorang ekonom yang harus belajar STRATEGI dan sedikit bicara saat masuk ke dalam sistem.

    Sayang, aku tak bisa menjadi ekonom. Dan amat disayangkan, mahasiswa ekonomi hanya diajarkan pengetahuan teknis ekonomi minus kesadaran/kritisisme terhadap realita

  •   Rika // Apr 17th 2007 at 7:06 pm

    son!!nice commennt!!
    dibuku itu juga dijelasin tentang keynesian dan neo liberalisme itu..mmmm kayanya kwik bukan dua2nya:)alias ditengah..makanya waktu jd menko ekuin dia tuh ga maksimal..iya sihh..seorang pakar ekonomi kalo bicara pasti keren abis..tapi giliran masuk ke sistem..palagi makro ekonomi..ya itu tadi..ga sebagus apa yg dikatakannya:)

    yak betul kata sonny..sayangnya mahasisawa ekonomi jaman sekarang (indonesia khususnya) hanya dibekali pengetahuan teknis minus kritisme terhadap realita..itulah yg terjadi di negara kita..teori ekonomi ga ada satupun yg match dengan kondisi negara kita yg sebenernya..serba nanggung..makanya akhirnya sistem ekonomi ga bisa berjalan dengan semestinya seperti di teori2 ekonomi itu :) itulah uniknya indonesia..serba ga match:D

    oya..ekomomi indonesia sanagt dibayang2i politik (kayanya bukan politik yg ngebayangi ekomoni son)..dan dirasuki virius2 ga sehat seperti KKN..makanya jadi ga menentu:)karena semua itu buntut2nya menghilangkan profesionalisme..ya gak?

Leave a Comment