salamu’alaikum…
mmm…tadinya nih..udah siap2 mo tidur..bis gosok gigi siap2 matiin komputer..eh tiba2 mata ka singgah ke salah satu email temen di milis smu2pdg_2000..kayanya menarik secara saya termasuk suka topik2 berbau sejarah:)
setelah ka forward ke milis akuntansi UNAND..ka putuskan untuk postingin email ntu disini:)supaya makin banyak temans yg bisa dishare tentang ini:)
nah temans silahkan baca ya:) judulnya "SEJARAH UANG KERTAS"
Tahukah Anda bagaimana sejarah uang kertas? Sebagian besar (mungkin
99,99%) masyarakat tidak tahu tentang sejarah uang yang sehari2nya
mereka gunakan. Selain tidak diajarkan di sekolah2 umum, juga mungkin
karena rata2 tidak ada yg memberitahukan dan tidak ada kepedulian
untuk mencari tahu, karena sibuk dengan rutinitas sehari-hari.
Henry Ford berkata: (terjemahan bebas)
"Untunglah masyarakat tidak mengerti bagaimana sistem perbankan dan
keuangan bekerja. Kalau mereka mengerti, Aku yakin akan ada revolusi
besok pagi."
Nah, sekarang Anda semua PERLU TAHU sejarah uang kertas yang Anda
pegang. Setelah tahu, pilihan ada di tangan Anda. Tetap mau seperti
sekarang, atau bergerak melakukan perubahan.
Konsep uang kertas sebelum 1971…
Uang kertas sebenarnya berasal dari KETAMAKAN dan KEJAHATAN
tukang/ahli emas. Tidak percaya? Terserah, tapi ikuti saja dongeng
berikut.
Pada zaman koin emas masih digunakan, terdapat kesulitan yang
ditimbulkan yaitu kebutuhan atas tempat penyimpanan emas yang cukup
besar. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, bermunculan jasa titipan
koin emas (gudang uang) yang dilakukan oleh tukang emas. Masyarakat
menitipkan koin mereka ke gudang uang, dan pemilik gudang uang
menerbitkan "kuitansi titipan/nota" yang menyatakan bahwa mereka
menyimpan sekian koin emas dan koin tersebut dapat diambil sewaktu2.
Tentu saja jasa tersebut ada biayanya.
Dengan berlalunya waktu dan semakin banyak nota titipan beredar,
masyarakat menyadari bahwa mereka dapat melakukan transaksi jual beli
hanya dengan menggunakan nota tersebut. Hal ini disebabkan karena
mereka, para pemilik nota dan pedagang PERCAYA bahwa mereka dapat
mengambil koin emas di gudang uang sesuai jumlah yang tertera di nota
titipan. Mereka PERCAYA bahwa nota tersebut DIBACKUP oleh koin emas
yang benar.
Sampai titik ini, mungkin bisa dianggap "tidak ada masalah" karena
jumlah nota beredar, dibackup sesuai dgn jumlah koin emas yang ada di
gudang uang.
Tapi, semua mulai berubah saat KETAMAKAN itu datang. Seiring
berjalannya waktu, pemilik gudang uang menyadari secara empiris bahwa,
tidak semua orang akan mengambil seluruh simpanannya dalam jangka
waktu yang sama. Katakanlah, dalam suatu waktu, hanya 10% dari total
koin yang diambil oleh pemiliknya. Sisanya 90%, menumpuk, menganggur,
menunggu bisikan sang TAMAK untuk dipergunakan.
Berdasarkan kondisi tersebut, pemilik gudang uang mulai -secara diam2-
meminjamkan koin emas yang menumpuk tersebut kepada orang2 yang
membutuhkan modal dengan cara menerbitkan "nota kosong" yang seolah2
dibackup oleh emas padahal tidak sama sekali, karena yang digunakan
adalah koin emas para nasabah yang menitipkan emasnya. Inilah awal
dari istilah "menciptakan uang dari udara kosong". Selain meminjamkan,
tentu mereka menarik bunga atas pinjaman tersebut.
Nota kosong pun beredar layaknya nota asli. Karena pemilik gudang
mengatur sedemikian rupa supaya jumlah total nota kosong yang beredar
tidak melebihi jumlah koin emas yang tidak ditarik/ambil oleh pemilik
koin emas (cadangan emas di gudang), sistem ini berlangsung terus
menerus tanpa disadari. Inilah cikal bakal "Bank Fractional".
Namun, karena jumlah total nota (asli+palsu) beredar sebenarnya
melebihi jumlah emas sesungguhnya yag tersimpan di gudang uang, efek
inflasi terjadi dan harga2 merangkak naik secara tidak wajar.
Masyarakat mulai resah dan ada yg mulai menyadari sesuatu yang tidak
beres sedang terjadi. Mereka pun mulai mengambil/klaim simpanan emas
mereka dari gudang berdasarkan nota yang mereka miliki. Namun apa yang
terjadi? Karena nota asli dan palsu sama sekali tidak dapat dibedakan,
hanya mereka yang datang di awal2 saja yang dapat mengklaim emasnya.
Sementara mereka yang datang terlambat, sama sekali tidak dapat
mengklaim emasnya karena memang sudah tidak ada/habis. Inilah contoh
awal dari "kolapsnya Bank".
Apa kesimpulan dari dongeng di atas?
1. Uang kertas, cikal bakalnya berasal dari sebuah "KETAMAKAN dan
KESERAKAHAN" manusia dengan cara menipu masyarakat. Sistem yang
dibangun dari sebuah kebohongan, niscaya akan ditutupi dengan
kebohongan2 lainnya. Dan niscaya akan runtuh saat kebohongan itu terkuak.
2. Gudang uang yg melakukan kebohongan di atas, sebagai cikal bakal
Bank, sebenarnya telah BANGKRUT saat dia meminjamkan koin/uang
nasabahnya kepada orang lain. Kenapa? Sebab pada saat yang sama, dia
berjanji untuk memberikan simpanan emas kepada penitipnya kapanpun
diminta. Bangkrutnya gudang uang tsb, juga Bank, hanya akan terlihat
saat semua nasabah mengambil simpanannya. Maukah Anda menyimpan uang
Anda pada institusi yang sebenarnya sudah Bankrut dari awal?
UANG FIAT
Pada artikel sebelumnya, telah diceritakan sejarah awal tentang uang
kertas yang dibackup oleh emas. Walaupun terdapat berbagai detil
sejarah yang tidak dicantumkan, pada intinya, sampai tahun 1971,
seluruh negara di dunia menggunakan sistem uang kertas berbasis emas
(atau dolar, karena dolar menjadi mata uang kunci yang dikaitkan
kepada emas).
Pada tahun 1971, hal yang jauh lebih buruk terjadi. Sistem uang kertas
dilepas dari emas sehingga menjadi benar2 "uang kertas". Kertas yang
dianggap sebagai uang dan TIDAK DIBACKUP APAPUN. Inilah yang disebut
dengan uang fiat (fiat money).
Semua bermula dari dibatalkannya perjanjian Bretton Wood oleh Amerika.
Perjanjian Bretton Wood dimulai tahun 1945. Perjanjian ekonomi ini
dilakukan setelah Perang Dunia ke-2. Pada masa itu, akibat perang,
negara2 di Eropa mengalami kebangkrutan/ defisit finansial akibat
pembiayaan perang. Sebaliknya Amerika Serikat (AS) memiliki cadangan
emas yang luar biasa melimpah. Senilai $25 Milyar. Karena kekayaan
melimpah tersebut, AS dgn leluasa membuat perjanjian Bretton Wood yang
pada intinya adalah mengkaitkan nilai dolar senilai $1=1/35 ons emas,
serta menjadikan dollar sebagai mata uang kunci di dunia sehingga
semua negara wajib menggunakan dollar atau emas sebagai devisa.
Sebagai tambahan, dalam masa ini, rakyat AS DILARANG mengklaim/menukar
dolar-nya dengan emas. Emas dari klaim dollar hanya boleh beredar
antara bank central dan pemerintah negara. Emas kini menjadi uang
antar pemerintahan.
Selama beberapa waktu sistem ini bertahan dan berjalan lancar. Namun
seperti biasa, KETAMAKAN dan KESERAKAHAN itu datang. AS yang kaya raya
memiliki ruang untuk melakukan kebijakan yang inflatif, mulai mencetak
dollar melebihi jumlah cadangan emasnya. Selama beberapa waktu, hal
ini terjadi, efek inflasi yang dihasilkannya membuat beberapa negara
Eropa khawatir apakah AS dapat membayar emas-nya. Dimulai oleh
Perancis yang mulai mengklaim emas atas cadangan dollar yang
dimilikinya, negara2 lain pun mulai ikut mengklaim emas mereka
sehingga emas pun mengalir dari AS ke negara2 lain.
Selama beberapa tahun, kejadian ini membuat stok emas AS menipis
hingga tersisa sekitar $9Milyar. Dengan cadangan yang berkurang jauh
tersebut, AS khawatir mereka tidak dapat lagi memenuhi janjinya untuk
membayar 1 ons emas dengan harga $35, karena banyaknya jumlah dollar
yang beredar. Apalagi negara2 lain terus mengklaim emas mereka.
Akhirnya, pada tahun 1971 AS secara sepihak membatalkan perjanjian
Bretton Wood dan mulai menetapkan kebijakan uang fiat. Uang fiat ini,
karena sejatinya tidak bernilai dan tidak ada yang mau menggunakannya,
maka dibuatlah Undang2 yang disebut Legal Tender. Undang2 yg memaksa
rakyat suatu negara untuk menerima penggunaan uang fiat. Kebijakan
uang fiat tersebut akhirnya diikuti pula oleh seluruh negara di dunia.
Seluruh mata uang resmi negara di dunia sekarang ini adalah uang fiat
yang sama sekali tidak dibackup berdasarkan apa pun, kecuali kekuatan
politik dan militer negara tsb.
Kesimpulan:
1. Lagi2, semua berawal dari KETAMAKAN, KESERAKAHAN, dan PENIPUAN
(pelanggaran perjanjian). Sistem yang dibuat berdasarkan kebohongan,
hanya akan bertahan dengan membuat kebohongan2 lain. InsyaAllah runtuh
saat kebohongan itu terkuak.
2. Uang kertas yang kita miliki, baik secara fisik maupun catatan di
Bank, sejatinya tidak bernilai apa2. Tanpa adanya paksaan Legal
Tender, orang waras tidak akan mau menggunakannya. Saat pemerintah
atau Bank Sentral mengatakan nilai uang tersebut dipotong, atau
dianggap tidak memiliki nilai, kita tidak dapat berbuat apa2.
Bergeraklah! ! Beritahukan sejarah jahat uang yang kita miliki ini
kepada semua yang Anda sayangi! Mulailah perubahan. Jangan diam saja.
Selama akar kejahatan zaman ini tidak dibasmi, kebijakan apapun hanya
akan menjadi solusi tambal sulam yang tidak berguna.
nah tadinya ka emang udah niat kok buat share ini ke temans..tanpa mesti disuruh2ma tulisan yg warna pink diatas
artikel menarikya temans..dasar US ..hayo2..emosi saya langsung nongol kalo dah bicara tentang kelicikan US hehe..*ngelirik teman seperjuangan*:D
oke deh..met malem temans..
salamu’alaikum:)
4 responses so far ↓
FanFest // Jun 5th 2008 at 8:15 am
HOAX nihh…
aLiaA // Jun 24th 2008 at 11:09 pm
kalo mau yg gak hoax liat di sini aja:
http://www.geraidinar.com/
(numpang promosi:p )
oktavianus // Jun 29th 2008 at 5:36 am
hmmm memang sampai segitunya iaa..sampai 2 tahun aq kul di fe uns dulu ga pnah ada info seperti yg kamu tulis…apa aq yang salah ya ? aq ga mengiakan juga ga menolak, emas memang harusnya menjadi mata uang agar tidak ada inflasi tapi ..emas kan mahal…!?
fy // Jul 22nd 2008 at 7:23 am
Ada satu buku yg wajib ika baca ttg Dinar vs Dolar > SATANIC FINANCE-nya irawan (Dirut Bank Muamalah)
BTW, Henry Ford itu bekas anggota Freemasonry yg balik menyerang Zionis dg bukunya “International Jew”. Ketika jd anggota dia yg bertanggungjawab bikin dolar. Coba perhatiin deh uang 1 dolar, penuh simbol2 yahudi.
Aku jg pernah ngresensi buku GOLD DINAR>> http://pejalanhujan.blogspot.com/2007/07/gold-dinar-sistem-moneter-terbaik.html
Leave a Comment